Masjidpun berharap
Aku sendiri
Aku merasa sepi
Aku merasa rindu pada
keramaian itu
Aku merasa berdosa
karena tidak menjalankan tugasku
Tugasku sebagai tempat
kalian beribadah
Pergi ke mana kalian,
wahai anak Adam?
Pergi ke mana kalian,
wahai anak Hawa?
Aku panggil kalian
dengan awal kumandang, “Allahu Akbar”
Aku panggil kalian
dengan akhir kumandang, “Laa ilaaha
illallah”
Apakah ada yang
menghiraukan?
Ya, hanya sepucuk daun
dari beringin
Kini masa kejayaanku pun
datang
Ketika Tuhanmu
memanggil untuk meramaikan ruang hampa ini
Ketika Tuhanmu
memerintah untuk menahan rasa lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari
Ketika Tuhanmu memberi
berlimpah balasan atas shalat malam
Sekian lama aku
menunggu
Menunggu masa
kejayaanku
Dari Muharram
hinggalah pada Dzulhijjah
Aku menemukan satu
bulan yang sangat menyenangkan
Yaitu, Ramadhan
Namun, apalah arti
semua ini jika hanya terjadi pada satu bulan saja?
Semua kembali menjadi
sepucuk daun dari beringin
Satu bulan yang
berbanding dengan Sebelas penantian
Wahai anak Adam,
Lihatlah saudaramu
yang berada di sebrang benua sana
Mereka mencariku
Mereka mencariku untuk
menyembah Tuhanmu
Kadang kala harus
sembunyi untuk menjalankan kewajiban ini
Bandingkanlah mereka
denganmu
Kau bagaikan titik
yang terlingkari olehku
Namun, tetap saja
menyia-nyiakan keberuntungan itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar