Sabtu, 9 November 2013 | 21.33
Gelap Menuju Terang - Taufik Akbar
Frustasi masih melekat didada
Sejak impian besar yang tak tercapai
Mata ini tertutup buta olehnya
Bagai pohon tinggi yang dilanda badai
Badai yang sangat besar
Hingga merobohkan batang nan tinggi
Datanglah hari yang berbeda
Fajar indah terbit menyinari raga
Tapi apa gunanya?
Aku telah roboh
Aku telah jatuh
Buah yang kujaga ditempat tertinggi
jatuhlah sudah
Tak berarti sudah jika batang masih
berdiri tegap
Hingga sang pencerah terbenam
Tetap batang ini belum dapat berdiri
Hanya satu yang tersisa
Akarlah yang masih kumiliki
Akar yang merekat kuat pada tanah yang
subur
Bahkan melampaui kuatnya pondasi sebuah
bangunan
Yaa ..
Aku belum mati
Aku masih memiliki akar
Aku memiliki dasar atas segala impian
besar
Aku dapat menjaga buah ditempat yang
jauh lebih tinggi
Entah apa rasa dari buah atas
pengorbanan besar
Walau pahit sekalipun
Asalkan dapat kujaga sampai matang
Itulah buah dari pengorbanan
Pengorbanan atas segala yang kulakukan
Akan kubuat batang yang lebih tinggi
Hingga menembus langit
Menusuk awan
Kan kutunjukan pada dunia
Bahwa aku bisa
Bisa menjadi pohon tertinggi
Tentu dengan buah nan besar dan manis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar