Blacy Smiley - Yikes My Digital Blog: MAKALAH PENGAYAAN BAHASA INDONESIA | MENGENAL JENIS-JENIS PARAGRAF

Minggu, 04 Agustus 2013

MAKALAH PENGAYAAN BAHASA INDONESIA | MENGENAL JENIS-JENIS PARAGRAF






KATA PENGANTAR


            Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada segala pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.           Kami menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….………..(i) /
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………......(i) /
BAB I “Pendahuluan”           
Latar Belakang ………..…………………………………………………………..…….…(1)

Masalah ....………………………………………………………………..………..……....(1)
Tujuan ..…………………………………………….…….………..………………..….…..(1) .
BAB II “Pembahasan”
Pengertian Paragraf ……………………………………………………………..……..(2)
Jenis-Jenis Paragraf …………………………………………………………………....(2)
Contoh-Contoh Paragraf …………………………………………………….……...……..(4) /
BAB III “Penutup”
Kesimpulan ………………………………………………………………………………..(7) / 
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..……….(7) /


BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Dibuatnya makalah ini bukan semata-mata karena merupakan tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sebagai murid SMA, penulis menemukan banyak materi yang bersangkutan dengan paragraf  khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari pengertian, jenis-jenis, sampai contoh-contoh. Pembuatan makalah ini merupakan sarana belajar yang sangat efektif bagi penulis. Penulis berusaha sedemikian rupa agar makalah ini terlihat menarik sehingga pembaca dapat tertarik dan dapat memahami isi makalah dengan mudah.

B. Masalah
            Mengenal pengertian, jenis, dan contoh paragraf.

C. Tujuan
1.      Menambah pengetahuan mengenai paragraf.
2.      Sarana belajar pembuatan makalah berdasarkan kerangka yang sesuai.
3.      Sebagai tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa Indonesia semester 3 (tiga).


BAB II PEMBAHASAN


A. Pengertian Paragraf
            Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.

B. Jenis-Jenis Paragraf
            Pada dasarnya, paragraf dibagi menjadi 5, diantaranya Narasi, Deskripsi , Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi. Tetapi, dari setiap jenis paragraf, akan terbagi lagi karena adanya perpaduan atau campuran. Mari kita kupas satu persatu.

1.  Narasi
            Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu. Berikut hal yang berkaitan dengan narasi :
-          Berbentuk cerita atau kisahan
-          Menonjolkan pelaku
-          Menurut perkembangan dari waktu ke waktu
-          Disusun secara sistematis
      Jenis-jenis paragraph narasi :
-          Narasi ekspositorik (narasi teknis), adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
-          Narasi sugestif, adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

2.  Deskripsi
                               Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri. Paragraf deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu bertujuan untuk melukiskan suatu objek. Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

3.  Eksposisi
                               Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan). Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Berikut langkah menyusun eksposisi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Menetapkan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-          Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

4. Argumentasi
               Mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta. Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Berikut langkah menyusun argumentasi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Menetapkan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-          Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi



5. Persuasi
                   Karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti yang meyakinkan sehingga pembaca membenarkannya dan bersedia melaksanakan ajakan hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat banyak. Berikut ciri-ciri persuasi :
-          Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.
-          Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
-          Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara. pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.
-          Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.
-          Harus ada fakta dan data secukupnya.
                        Langkah menyusun persuasi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Merumuskan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan
-          Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
               Ditinjau dari segi medan pemakaiannya, karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu :
-          Persuasi politik
-          Persuasi pendidikan
-          Persuasi advertensi
-          Persuasi propaganda

C. Contoh-Contoh Paragraf
1. Narasi
            Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada siding BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.

2. Deskripsi
            Pemandangan Pantai Parangtritis - Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

3.  Eksposisi
            Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

4.  Argumentasi
               Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.

5.  Persuasi
                   Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
            Paragraf merupakan hal yang sangat sering kita jumpai dalam kegiatan membaca, oleh karena itu sangat bermanfaat jika kita mengetahui pengertian, jenis, dan contoh paragraf. Dalam makalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis paragraf dibedakan menjadi lima macam, yaitu paragraf narasi, paragraf deskripsi, paragraf eksposisi, paragraf argumentasi, dan paragraf persuasi. Dari lima jenis tersebut memiliki ciri dan fungsi yang berbeda.





DAFTAR PUSTAKA


http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-contoh-paragraf-narasi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar