Rabu, 22 Januari 2014 | 02.33
Pelajaran Masa Lalu – Taufik Akbar
Malam yang tenang
Ditemani layar bersinar
Tak lupa seratus empat tombolnya
Dan perangkat lainnya
Koneksi melesat bagai kilat
Keatas menembus langit
Menuju benda dingin yang memonitor segalanya
Lembaran kertas terasa semakin kuno
Sang suryapun dapat terlihat dengan mudah
Berkat dasar penemuan Michael Faraday
Lalu dipadukan dengan penemuan Charles Babbage
Dalam benak aku bertanya
Apakah dunia sama dengan manusia?
Masa kecil seolah terulang
Pada segala kronologi dimasa tua
Jika benar apa adanya
Inikah masa dewasa tempat kita berpijak?
Atau mungkin meranjak tua?
Tragedi lalu seolah terulang
Hanya waktu yang membedakan
Juga pemeran tapi tetap cerita lama
Apalah arti kata “moderen”
Apa arti sebuah perjalanan IPTEK
Nyatanya pandangan tetap kuno
Emosional dan individualis kembali menyatu
Peperangan mulai populer kembali
Yang membedakan hanya media dan senjata
Terasa bangsa ini mulai terpecah kembali
Segala masuk dalam raga ini
Akibat sifat konsumtif
Tanpa filter yang dipasang pada pintu masuk
Mungkin politik isolasi terasa lebih mulia
Dibanding perjuangan Bung Karno sia-sia
Terulang seperti masa Patih Gajah Mada
Semua kembali terpecah belah
Bedanya hanyalah sebab
Tetap sama pada akibat
Bersatulah para penerus bangsa
Kritis tetap menggunakan nurani
Kita sadari dunia semakin tua
Jangan biarkan semua hilang hanya mimpi
Indonesia-ku, kami bersatu untukmu