Resiko Seorang Pemimpin
Oleh: Taufik Akbar
Oleh: Taufik Akbar
“Hey sin, kenapa mukamu?”
“Jenuh fik, aku udah
berusaha bangun organisasi ini. Tapi tetep ada aja yang ga beres”
“Mungkin masih kurang
persiapan dan kurang teliti”
“Sudah teliti semua,
tapi bagian keamanan ga bener kerjanya”
“Kenapa ga ikut turun
kelapangan aja, bantu di bagian keamanan?”
“Cape kali fik, aku
ketua pelaksana bukan pembantu yang harus ngerjain semuanya”
Begitulah percakapan
antara Taufik dan Sinta di kantin sekolahnya. Memang jenuh rasanya, memang muak
dihati. Tapi apakan dengan segala keluhan itu akan menyelesaikan suatu masalah?
Tentu tidak. Lihatlah para pemimpin masa kini, yang kebanyakan tidak ingin ikut
campur dalam urusan dilapangan. Apakah rakyat akan merasa puas dengan
kekurangan-kekurangan yang terjadi? Tentu tidak. Jika rakyat tidak puas, siapa
yang menjadi sorotan? Siapa yang disalahkan? Pemimpinlah jawabannya. Maka jika
kita menjadi seorang pemimpin janganlah seperti tong kosong yang nyaring
bunyinya, marilah terjun menuju seluk beluk masalah yang terjadi dilapangan. Jika
masih mengeluh karena capek atau sebagainya, bukankah itu memang resiko menjadi
seorang pemimpin?.
Nyatanya memang jenuh,
memang muak. Tapi akan menghasiklan kebanggaan tersendiri kelak ketika kita
telah melewatinya.
Taufik Akbar. FB:
Taufik Akbar (http://www.facebook.com/takbarable), twitter: @takbarable, Email: t_takbar@rocketmail.com. Remaja yang bercita-cita menjadi seorang
Motivator, Intel, Presiden, dan Pengusaha Sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar