Blacy Smiley - Yikes My Digital Blog: Agustus 2013

Rabu, 21 Agustus 2013

Rindu Kebersamaan

Rabu, 21 Agustus 2013 | 20.59
Rindu Kebersamaan - Taufik Akbar

Kita semua berbeda
Kita semua tidak sama
Apalah arti kalimat itu
Bagaimanapun kita tetap satu

Bersama, kita junjung tinggi kerjasama
Kita junjung tinggi tali saudara
Kita lahap semua tantangan
Keluarkan pedang, tancapkan pada lawan

Dulu,
Kalian tahu arti kata dulu?
Apalah arti semua itu juka hanya dulu
Dulu yang semua tentang kita
Sekarang bukanlah kita
Tapi tentang aku, kamu dan mereka

Tanpa bantuan kalianpun aku dapat bergerak
Aku dapat tetap beranjak
Bukan besar tantangan yang mengundang penat
Sendiripun aku bisa berjuang
Tapi aku tak sanggup kehilangan kalian
“akulah robot yang berbahan bakar support”

Kamis, 15 Agustus 2013

Semangat Juang Bangsaku

Kamis, 15 Agustus 2013 | 04.14

Semangat Juang Bangsaku - Taufik Akbar

Indonesia
Aku adalah Indonesia
Bangsa dengan kekayaan budaya
Bangsa dengan kekayaan ras agama
Bangsa dengan kekayaan sumber daya

Tahukah kalian?
Tidak mudah mencapai kemerdekaan
Tidak semudah membalik telapak tangan
Butuh berjuta pengorbanan, tangisan dan kesakitan
Tahukah kalian?
Akulah yang dijajah dengan lamanya
Akulah yang dibodohi dengan tipu dayanya
Akulah yang diinjak, dirampas dan diadudomba

Apalah arti semua itu
Aku memiliki berjuta ksatria
Ksatria dengan bambu runcingnya
Ksatria dengan berjuta taktiknya

Mereka bukanlah pejuang biasa
Mereka adalah pejuang yang haus dengan kebebasan
Pejuang yang muak dengan penjajahan
Dengan berani mereka bertumpah darah
Bertumpah darah dengan satu arah
Dengan semangat juang
Demi satu tujuan
Mengibarkan sang merah putih dipuncaknya
“Semangat Juang 45”

Rabu, 14 Agustus 2013

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

            Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar, ide atau cita-cita. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan, paham.
            Ideologi yang semula berarti gagasan, ide, cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup.

            Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
1.      Ideologi tertutup, merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri-cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat; atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat; isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak.
2.      Ideologi terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut; nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.

            Ideologi Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.

Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa :
            Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Dengan kata lain, visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan, yang ber-Kemanusiaan, yang ber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan.
            Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama, karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.

Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila :
1.      Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
2.      Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya.
3.      Pengalaman sejarah politik masa lampau.
4.      Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Bukti Pancasila adalah ideologi terbuka :
1.      Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita – cita masyarakat Indonesia.
2.      Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional.
3.      Pengalaman sejarah bangsa Indonesia.
4.      Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang.
5.      Isinya tidak operasionalMenginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai – nilai.
6.      PancasilaMenghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda.

            Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, namun ada batas-batas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar, yaitu:
1.      Stabilitas nasional yang dinamis.
2.      Larangan terhadap ideologi marxisme, leninnisme dan komunisme.
3.      Mencegah berkembangnya paham liberalisme.
4.      Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat.
5.      Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus.



Minggu, 04 Agustus 2013

MAKALAH PENGAYAAN BAHASA INDONESIA | MENGENAL JENIS-JENIS PARAGRAF






KATA PENGANTAR


            Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada segala pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.           Kami menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….………..(i) /
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………......(i) /
BAB I “Pendahuluan”           
Latar Belakang ………..…………………………………………………………..…….…(1)

Masalah ....………………………………………………………………..………..……....(1)
Tujuan ..…………………………………………….…….………..………………..….…..(1) .
BAB II “Pembahasan”
Pengertian Paragraf ……………………………………………………………..……..(2)
Jenis-Jenis Paragraf …………………………………………………………………....(2)
Contoh-Contoh Paragraf …………………………………………………….……...……..(4) /
BAB III “Penutup”
Kesimpulan ………………………………………………………………………………..(7) / 
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..……….(7) /


BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Dibuatnya makalah ini bukan semata-mata karena merupakan tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sebagai murid SMA, penulis menemukan banyak materi yang bersangkutan dengan paragraf  khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari pengertian, jenis-jenis, sampai contoh-contoh. Pembuatan makalah ini merupakan sarana belajar yang sangat efektif bagi penulis. Penulis berusaha sedemikian rupa agar makalah ini terlihat menarik sehingga pembaca dapat tertarik dan dapat memahami isi makalah dengan mudah.

B. Masalah
            Mengenal pengertian, jenis, dan contoh paragraf.

C. Tujuan
1.      Menambah pengetahuan mengenai paragraf.
2.      Sarana belajar pembuatan makalah berdasarkan kerangka yang sesuai.
3.      Sebagai tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa Indonesia semester 3 (tiga).


BAB II PEMBAHASAN


A. Pengertian Paragraf
            Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.

B. Jenis-Jenis Paragraf
            Pada dasarnya, paragraf dibagi menjadi 5, diantaranya Narasi, Deskripsi , Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi. Tetapi, dari setiap jenis paragraf, akan terbagi lagi karena adanya perpaduan atau campuran. Mari kita kupas satu persatu.

1.  Narasi
            Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu. Berikut hal yang berkaitan dengan narasi :
-          Berbentuk cerita atau kisahan
-          Menonjolkan pelaku
-          Menurut perkembangan dari waktu ke waktu
-          Disusun secara sistematis
      Jenis-jenis paragraph narasi :
-          Narasi ekspositorik (narasi teknis), adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
-          Narasi sugestif, adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

2.  Deskripsi
                               Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri. Paragraf deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu bertujuan untuk melukiskan suatu objek. Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

3.  Eksposisi
                               Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan). Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Berikut langkah menyusun eksposisi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Menetapkan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-          Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

4. Argumentasi
               Mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta. Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Berikut langkah menyusun argumentasi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Menetapkan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-          Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi



5. Persuasi
                   Karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti yang meyakinkan sehingga pembaca membenarkannya dan bersedia melaksanakan ajakan hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat banyak. Berikut ciri-ciri persuasi :
-          Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.
-          Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
-          Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara. pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.
-          Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.
-          Harus ada fakta dan data secukupnya.
                        Langkah menyusun persuasi :
-          Menentukan topik/ tema
-          Merumuskan tujuan
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber
-          Menyusun kerangka karangan
-          Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
               Ditinjau dari segi medan pemakaiannya, karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu :
-          Persuasi politik
-          Persuasi pendidikan
-          Persuasi advertensi
-          Persuasi propaganda

C. Contoh-Contoh Paragraf
1. Narasi
            Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada siding BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.

2. Deskripsi
            Pemandangan Pantai Parangtritis - Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

3.  Eksposisi
            Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

4.  Argumentasi
               Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.

5.  Persuasi
                   Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
            Paragraf merupakan hal yang sangat sering kita jumpai dalam kegiatan membaca, oleh karena itu sangat bermanfaat jika kita mengetahui pengertian, jenis, dan contoh paragraf. Dalam makalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis paragraf dibedakan menjadi lima macam, yaitu paragraf narasi, paragraf deskripsi, paragraf eksposisi, paragraf argumentasi, dan paragraf persuasi. Dari lima jenis tersebut memiliki ciri dan fungsi yang berbeda.





DAFTAR PUSTAKA


http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-contoh-paragraf-narasi.html


Jumat, 02 Agustus 2013

Motivator -> Motivasi = Pengaruh


Motivator -> Motivasi = Pengaruh
"orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak."
itulah pengertian motivator menurut KBBI

Bicara tentang motivator, pasti berhubungan dengan Motivasi. yang menjadi pertanyaan mengapa motivasi relatif diberikan pada pemuda "yang belum dapet jati diri" atau masyarakat pedesaan "yang masi polos?".
Jawabannya yaitu, karena "motivasi termasuk dalam proses Mempengaruhi". singkat jawabnya, dan yang masih menjadi pertanyaan mengapa jawaban pertama dapat menjawab pertanyaan pertama?

bisa kita lihat para penjahat dengan cara hipnotis, mereka mencari korban yang "berwajah" POLOS. karena para POLOSER ini dapat dengan mudahnya dipengaruhi dengan kata kata sekalipun. Dan begitupun dengan Motivasi.

orang orang tua dan masyarakat yang memiliki begitu banyak pengetahuan dengan pola pikirnya yang keras kepala, akan sangat sulit untuk dipengaruhi sekalipun untuk hal hal yang positif.

itulah jawaban dari pertanyaan "mengapa motivasi relatif diberikan pada pemuda "yang belum dapet jati diri" atau masyarakat pedesaan "yang masi polos?"

@takbarable
sekilas pendapat saya mengenai Motivasi
#silahkan revisi jika ada kesalahan atau kekurangan ;)

Jalan keDepan Miliki Pasangan!


Jalan keDepan Miliki Pasangan!
Curhat dulu bentaran :D
Malem ini gw lagi boring ditemani oleh komputer, mp3, dan mungkin secangkir kopi ..
Sore tadi gw ngerasa habis meledak "dooorrrr.."
Tapi setelah itu banyak Hal dan Teori yang gw dapetin ;)

Langsung kita meluncur ke intinya Broo ..Memiliki pasangan? atau Mencari pasangan? ataukah Tidak ingin memiliki pasangan?
Ngomong-ngomong tentang pasangan, saya yakin tidak sedikit dari kalian yang "merasa Nyaman saat pertama kenalan dan sering Ribut saat sudah jadian/menikah". betul bukan? berikut paparan pendapat saya mengenai penyebab hal itu terjadi. look it ;)

Langsung aja ke intinya yee, jawabannya tu karena pada dasarnya Sebelum kita jadian Banyak pasangan yang Belum Mengenali "Mendalami" diri satu sama lain, belum mengetahui seluk beluk dan watak aslinya. Sehingga saat kita Jadian kaget dan Belum siap menerima Watak aslinya. so, kalo baru deket sama cewe/cowo jangan langsung Dor jadian weh "Kenali Dulu Dirinya".
Yang paling ngeselin pada saat si-Dia bilang "kamu Tu Ga Pernah Bisa Ngertiin aku" #azz, bingung setengah idup gw kalo udah digituin T.


Nahh,yang jadi Pertanyaan selanjutnya adalah "Mengapa Sahabatnya dapat mengerti akan dirinya dibanding kita Sebagai Pasangannya?"
Jawabnya singkat "karna Sahabatnya dapat lebih mengenali Dirinya dibanding kita sob" tahh, jadi pertanyaan deui pan "Kenapa gitu, padahalkan kita itu Pasangannya".
Okedah dijawab lagii, ambil langsung dari fakta dijalan aja "kalo Pasangan kita lagi ada masalah/bt curhatnya ke siapa? kesahabatnyakan?" nah, kalo gitu yang diOmongin ga jauh kita bukan? gimana mau curhat ke kita kalo yang jadi Topik kita?
Pada dasarnya dari Curahan Hati (curhat) yang disampaikan pada sahabat akan membuat sahabatnya Mengenali, mengetahui hal yang tidak atau disukai oleh diri si-Dia. Contohnya kalo kita ga bales smsnnya Kemungkinan Dia Akan curhat pada sahabatnya "Berarti Dia ga suka dong smsnya ga dibales" (Logikanya kalo dia merasa nyaman nyaman aja ngapain sampe curhat ke orang).

Jadi usul saya kalo ingin Menghindari atau Mengurangi Konflik dalam hubungan anda "Sebelum Jadian Sahabatan Dulu Sampai Dapat Mendalami Dirinya" dan kalo udah telanjur Jadian "mangga diBuat Kesepakatan, Kalo ada Masalah Langsung (live) Curhatnya ke Kita aja jangan ke Orang Lain" satu lagi "Jangan Lupa Adakan Evaluasi Setelah Terjadinya Konflik Pada Hubungan anda".

Sekian Paparan pendapat dari saya, Semoga Bermanfaat dan hubungan anda dapat berjalan dengan Lancar ;D
@takbarable

be a motivator? look it!


be a motivator? look it!
Yang menjadi Modal utama seorang Motivator menurut "gw" bukanlah IQ yang tinggi, Menguasai semua bidang, atau semua hal yang berdekatan dengan itu. Seseorang yang sudah mendalami suatu bidang-pun belum tentu bisa Memotivasi orang lain "para POLOSER" pada bidang yang dikuasainya. Tapi banyak orang yang tidak menguasai sampai mendalami suatu bidang tertentu Dapat menjadi seorang Motivator yang Handal. Soo bukan itu kuncinya cuy ..

Kita ambil perandaiannya yee, "Seorang polisi yang berpakaian seragam lengkap baunya aja udah beda sama polisi yang kaga lagi pake seragamnye" tah intinamah kitu nyaa. jadi kalo mau jadi Motivator kita Harus Memakai "Seragam" seorang Motivator.

Nahh, yang masih jadi pertanyaan dari pernyataan diatas adalah "Bagaimana Seragam yang dibutuhkan seorang Motivator?" look diahndap iki ( 3 bahasa Bro ) #penting pan T.
- Gaya Bahasa
- Pakaian
- Ekspresi Wajah
- Optimisme
- Kreatif
- DKK
Beberapa hal diatas akan membawa Wibawa, Citra, dan Kepercayaan yang berbeda oleh para "POLOSER"

Jadi sebenernya yang dibutuhkan adalah bagaimana cara kita membawa para penonton dalam sekenario kita sehingga mereka dapat terMotivasi atau melakukan perintah yang kita sampaikan secara tidak langsung. Intinya yang jadi kunci adalah "Bagaimana Cara Anda Dapat Mengkondisikan Situasi dengan Suasana Hati para penonton"
Ada satu contoh lagi nii "kalo misalkan ada penonton yang bertanya dan dijawab oleh peMotivator walaupun pertanyaan belum terjawab, Pasti si-penaya akan merasa puas dengan jawaban itu, walau sebenarnya intinya belum terjawab" itu Karena seorang Motivator Telah Memiliki Citra yang berbeda dihadapan penontonnya :D

#Sekian paparan pendapat dari saya, semoga bermanfaat ;) @takbarable