KATA
PENGANTAR
Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,
karena atas berkat dan rahmatnya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada segala pihak yang
terlibat dalam pembuatan makalah ini. Kami
menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….………..(i)
/
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………......(i)
/
BAB I “Pendahuluan”
Latar Belakang ………..…………………………………………………………..…….…(1)
Masalah ....………………………………………………………………..………..……....(1)
Tujuan ..…………………………………………….…….………..………………..….…..(1) .
BAB II “Pembahasan”
Pengertian Paragraf ……………………………………………………………..……..(2)
Jenis-Jenis Paragraf …………………………………………………………………....(2)
Contoh-Contoh Paragraf
…………………………………………………….……...……..(4) /
BAB III “Penutup”
Kesimpulan ………………………………………………………………………………..(7) /
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..……….(7)
/
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dibuatnya makalah ini
bukan semata-mata karena merupakan tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa
Indonesia saja. Sebagai murid SMA, penulis menemukan banyak materi yang
bersangkutan dengan paragraf khususnya
untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari pengertian, jenis-jenis,
sampai contoh-contoh. Pembuatan makalah ini merupakan sarana belajar yang
sangat efektif bagi penulis. Penulis berusaha sedemikian rupa agar makalah ini
terlihat menarik sehingga pembaca dapat tertarik dan dapat memahami isi makalah
dengan mudah.
B. Masalah
Mengenal pengertian,
jenis, dan contoh paragraf.
C. Tujuan
1. Menambah pengetahuan mengenai paragraf.
2. Sarana belajar pembuatan makalah berdasarkan
kerangka yang sesuai.
3. Sebagai tugas pengayaan mata pelajaran Bahasa
Indonesia semester 3 (tiga).
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Paragraf
Paragraf atau alinea
merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu
dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat,
karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga
membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1 paragraf terdapat beberapa
bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama
(kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini
terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang
pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok
paragraf yang dapat diungkapkan.
B. Jenis-Jenis Paragraf
Pada
dasarnya, paragraf dibagi menjadi 5, diantaranya Narasi, Deskripsi , Eksposisi,
Argumentasi, dan Persuasi. Tetapi, dari setiap jenis paragraf, akan terbagi
lagi karena adanya perpaduan atau campuran. Mari kita kupas satu persatu.
1. Narasi
Menceritakan
atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah
pembaca mengalami sendiri peristiwa itu. Berikut hal yang berkaitan dengan
narasi :
-
Berbentuk cerita atau kisahan
-
Menonjolkan pelaku
-
Menurut perkembangan dari waktu ke waktu
-
Disusun secara sistematis
Jenis-jenis paragraph narasi :
-
Narasi ekspositorik (narasi teknis), adalah
narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu
peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
-
Narasi sugestif, adalah narasi yang
berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung
kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
2. Deskripsi
Menggambarkan
sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah
pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri. Paragraf
deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu bertujuan untuk melukiskan suatu
objek. Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga
pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
3. Eksposisi
Menjelaskan atau
memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan). Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu
topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.
Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau
statistik. Berikut
langkah menyusun eksposisi :
-
Menentukan topik/ tema
-
Menetapkan tujuan
-
Mengumpulkan data dari
berbagai sumber
-
Menyusun kerangka
karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-
Mengembangkan kerangka
menjadi karangan eksposisi.
4. Argumentasi
Mengungkapkan
ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta. Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/
kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi
pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini
dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Berikut langkah menyusun argumentasi :
-
Menentukan topik/ tema
-
Menetapkan tujuan
-
Mengumpulkan data dari
berbagai sumber
-
Menyusun kerangka
karangan sesuai dengan topik yang dipilih
-
Mengembangkan kerangka
menjadi karangan argumentasi
5. Persuasi
Karangan
yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu
yang dikehendaki penulis. Karangan yang berisi
ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti yang
meyakinkan sehingga pembaca membenarkannya dan bersedia melaksanakan ajakan
hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat banyak. Berikut ciri-ciri persuasi :
-
Harus menimbulkan
kepercayaan pendengar/pembacanya.
-
Bertolak atas
pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
-
Harus menciptakan
persesuaian melalui kepercayaan antara. pembicara/penulis dan yang diajak
berbicara/pembaca.
-
Harus menghindari
konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.
-
Harus ada fakta dan
data secukupnya.
Langkah
menyusun persuasi :
-
Menentukan topik/ tema
-
Merumuskan tujuan
-
Mengumpulkan data dari
berbagai sumber
-
Menyusun kerangka
karangan
-
Mengembangkan kerangka
karangan menjadi karangan persuasi
Ditinjau dari segi medan pemakaiannya, karangan persuasi
dibagi menjadi empat macam, yaitu :
-
Persuasi politik
-
Persuasi pendidikan
-
Persuasi advertensi
-
Persuasi propaganda
C.
Contoh-Contoh Paragraf
1. Narasi
Ir.
Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia
memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di
tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno
mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan
Pancasila pada siding BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad
Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu
pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya
sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak
pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru
bicara bagi negara-negara nonblok pada Konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun
1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan
berjuang.
2. Deskripsi
Pemandangan
Pantai Parangtritis - Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing
yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar
yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya
wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini
tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa bermain
pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Disore hari, kita bisa melihat
matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang
seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.
3. Eksposisi
Parangtritis
adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di
desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km
sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup
terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup,
Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat
pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya
gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa
disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan
cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan
souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang
konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya
penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal
dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke
pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam
kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda
yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga
parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
4. Argumentasi
Pantai
Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian
masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan
hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal,
ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian
menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai
Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan
mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga
mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali
dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis,
juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat
palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit
diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati
tenggelam.
5. Persuasi
Pantai Parangtritis memang
memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga
sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih
saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni
dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah
di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa
penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul,
adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per
jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban
tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali
Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang
Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu
berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak
menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat
tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau
akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar
mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi
tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan
mereka.
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan
Paragraf
merupakan hal yang sangat sering kita jumpai dalam kegiatan membaca, oleh
karena itu sangat bermanfaat jika kita mengetahui pengertian, jenis, dan contoh
paragraf. Dalam makalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis paragraf
dibedakan menjadi lima macam, yaitu paragraf narasi, paragraf deskripsi,
paragraf eksposisi, paragraf argumentasi, dan paragraf persuasi. Dari lima
jenis tersebut memiliki ciri dan fungsi yang berbeda.
DAFTAR
PUSTAKA
http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-contoh-paragraf-narasi.html